Minggu, 31 Maret 2013

Pendidikan Sebatas untuk Pekerjaan


Membaca artikel dari Bung Prie GS yang berjudul "Termangu-mangu Ilmu" tadi pagi membuat pikiran saya terbuka untuk merenungi kenyataan yang memang terjadi di sekitar kita.Dalam artikel yang dimuat di harian Suara Merdeka edisi Minggu 31 Maret 2013,bung Prie GS menulis mengenai pendidikan yang hanya terbatas untuk mencari kerja saja,dalam artikel itu bung Prie GS menceritakan mengenai salah satu anak sahabatnya yang akan lulus SMA,kisahnya berawal ketika sang anak yang akan lulus SMA berkeinginan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dengan pilihan pertama kehutanan dan kedua kelautan.Menurut sang bapak itu adalah pilihan keliru,apalagi sang anak adalah anak perempuan.

Menurut anggapan sang bapak itu bukanlah pilihan yang bergengsi bahkan dianggap ganjil,dikarenakan kemungkinan besar pilihan ini adalah pilihan yang akan sulit untuk mencari pekerjaan ketika sang anak kelak selesai masa studinya.Menurut Bung Prie GS ini merupakan problem besar bangsa ini dimana selalu mengaitkan pendidikan hanya untuk mendapatkan pekerjaan,dan uniknya lagi Bung Prie GS menyebutnya sebuah problem dari negeri yang penuh pengangguran.

Disini muncul pertanyaan kenapa banyak penganggur? bung Prie GS menjelaskan karena pemikiran(Kebanykan orang di negeri ini) didesain hanya berfokus sebagai pencari kerja,pekerja itulah yang akhirnya menjadi posisi tertinggi di derajat cita-cita.

Dari artikel bung Prie GS ini seakan menjadi gambaran nyata yang memang terjadi di sekitar kita,masih banyak orang tua yang tidak suka bahkan sangat takut ketika sang anak memilih bidang-bidang yang tidak bergengsi atau tidak familiar karena dikhawatirka dari bidang itu sang anak akan kesulitan untuk mencari pekerjaan kelak,maka dari itu kebanyakan orang tua selalu mengarahkan anaknya untuk menekuni bidang-bidang yang bermuara pada pekerjaan,tentu hal itu bukan hal buruk tapi terkadang hal itu menimbulkan sebuah tekanan kepada anak karena itu tidak sesuai dengan keinginan dan kata hatinya.

Menurut Bung Prie GS ketika seseorang mengikuti panggilan kata hati maka ia bukan hanya akan menyediakan lapangan pekerjaan saja tapi juga menempatkan manusia pada derajat yang tinggi.Bung Prie GS juga menambahkan betapa gawatnya rakyat sebuah negara yang hanya didik untuk mendatangi panggilan kerja bukan panggilan hati.Biarkanlah anak-anak bergembira mendatangi ilmu-ilmu yang mereka minati,jangan takut-takuti mereka dengan ancaman mengenai sempitnya lapangan pekerjaan.Ilmu itu,jika benar-benar dicintai akan membalas dengan derajat yang tidak disangka-sangka.

Semoga saja kelak bangsa ini memiliki orang-orang yang handal diberbagai bidang,kita tunggu saja lahirnya Chairil Anwar-Chairil anwar yang baru,lahirnya musisi hebat seperti Iwan Fals kelak,atau bahkan pesepak bola sehebat Messi dimasa depan,Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar