Sabtu, 06 April 2013

Aiptu Jailani "Oasis di Tengah Padang Pasir"






Di tengah buruknya citra polisi di mata masyarakat,terlebih baru-baru ini masyarakat di suguhkan sebuah perilaku yang amat sangat tidak terpuji dari oknum polisi di Bali,.Belum lagi kasus simulator SIM dan yang lain,semakin membuat citra polisi di mata masyarakat semakin jatuh.
Namun di tengah kondisi yang seperti itu muncul kisah polisi teladan yang bagaikan sebuah oasis di tengah padang pasir,Seorang anggota Satlantas bernama Aiptu Jailani di daerah Gresik inilah yang menjadi sebuah Oasis tersebut bagaimana tidak,kita mungkin sudah tidak asing dengan tindakan polisi yang melakukan tilang dan kemudian menerima uang damai dari pihak yang ditilang,namun hal ini haram bagi Aiptu Jaelani untuk dilakukannya.Aiptu Jaelani dikenal tak kenal kompromi soal tilang,tak pandang siapapun si pelanggar itu entah pejabat ataupun perwira.Bahkan anggota KPK dan istrinya pun pernah merasakan ketegasan dan kejujuran Aiptu Jailani dalam melaksanakan tugasnya yang terkenal anti suap ini,Dan di tangan Aiptu Jailani inilah surat tilang bisa menjadi momok yang membuat setiap orang menjadi lebih tertib dalam berlalu lintas.Ada kisah unik pula tentang kejujuran dan ketegasan Aiptu Jailani ini,tiap Kamis malam Jumat, masyarakat Gresik memiliki tradisi ke Makam Sunan Giri, Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim atau beberapa kawasan religi yang ada di Gresik. Sebagian dari mereka ada yang berkendara. Karena memakai sarung dan peci, mereka pun tak mengenakan helm.
“Saat kepergok Jailani, mereka ditilang. Lalu mengatakan pada Jailani: Saya ini mau ke Makam Sunan Giri, kenapa ditilang? Dengan diplomatis, dijawab oleh Jailani, sekarang kalau saya mau masuk masjid sambil mengenakan helm dan sepatu bagaimana? Tentu tidak boleh, karena ada aturan ketika seseorang hendak masuk tempat ibadah. Juga begitu dengan aturan berkendara di jalanan, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi,”.

Sebagai seorang bintara polisi Aiptu Jailani bukan seorang yang memanfaatkan jabatan untuk mengeruk harta sebanyak-banyaknya,walaupun Aiptu Jailani  hanya dijatah istrinya Rp 200 ribu per bulan.Sebuah hal yang patut kita teladani di tengah minimnya uang saku hal ini tidak melunturkan keimanan Aiptu Jailani. Beliau tetap teguh menjalankan tugas sesuai aturan.Ada lagi kisah unik mengenai Aiptu Jailani karena kedisiplinan,kejujuran,dan ketegasannya beliau justru lebih terkenal di mata masyarakat ketimbang kapolres Gresik yang notabanenya adalah atasannya.

Begitu luar biasanya sikap dari Aiptu Jailani,mengingatkan kita pada sebuah anekdot dari Alm.Gus Dur bahwa hanya ada 3 polisi di Indonesia yang tidak bisa disuap yaitu Jendral Hoegeng,Polisi tidur,dan patung polisi,mungkin perlu ditambah dengan Aiptu Jailani.Semoga saja kelak akan muncul polisi-polisi seperti Aiptu Jailani ini,yang tetap jujur,tegas,dan sederhana ditengah berbagai tantangan profesi.